
"Diskusi ini yang saya perhatikan dari tadi, Om Bob selelau bilang Semua itu karena saya tidak tahu, saya bodoh, selalu itu yang terus di ulang-ulang oleh om Bob. Semua karena saya tidak tahu, karena saya tidak tahu. Sebenarnya apa sih yang ada di kepala om Bob tentang Tidak Tahu itu" Tanya saya kepada om Bob yang lagi bersemangat membagi ilmunya kepada kami-kami..
"Pertanyaan bagus" kata beliau
"Ya memang saya tidak tahu, dan karena saya tidak tahu, maka saya bertanya pada orang, maka banyak orang di sekeliling saya. Itulah cara saya bekerja". "Saya ini orang Bodoh, guoblokk, kalau saya pinter saya tidak seperti ini."
"Tidak tahu itu sebuah amunisi hebat, pendorong yang sangat kuat bagi saya untuk berbuat, Stress dan Masalah adalah vitamin bagi saya, dengan stress yang tinggi membuat saya tertekan hebat, sehingga saya berusaha keras untuk keluar dari kesulitan-kesulitan. Jangan menghindari masalah atau kesulitan, tapi hadapilah kesulitan itu, karena ini yang membuat anda kuat, dan akhirnya berhasil"
"Orang-orang menghindari masalah, malah saya mencari masalah". " Orang - orang menghindari resiko, malah saya mendatangi resiko"
Glek... memang itulah tipe om Bob, tapi sayang pertanyaan saya yang kedua beliau tidak berkenan menjawab, yaitu tentang cerita bisnis om bob "Tidak di forum ini" katanya
"Kesuksesan adalah titik kecil di dalam Gunung Kegagalan". "Rumus keberhasilan adalah kegagalan + 1" jadi kalau 10 kali gagal, harus ada 10 + 1 = 11 kebangkitan". Istilah Persisten mungkin cocok untuk kata-kata tadi.
Yang menarik bagi saya juga mengenai sisi spiritual dalam diri om Bob, Prinsip bekerjanya adalah "Iqra'" (baca red) menjadi sebuah pegangan untuk berbuat, action, bukan dengan kalkulasi-kalkulasi dan mencari kelayakan bisnis dan sebagainya. "Jangan pinter-pinter" katanya
Saya jadi ingat kata-kata pak Purdhie Chandra sang jawara entreprenership kita. "If you want to be rich. Don't go to school". Street smart adalah sebuah cara yang bisa merubah seseorang, merubah nasib seseorang, karena dengan hanya berbuat maka akan terjadi keajaiban, jika tidak yaa.. tidak ada yang terjadi. It will going with the wind, mengalir tergantung arah angin.
Ada seorang rekan yang masih mahasiswa bertanya "Pak Bob saya masih mahasiswa semester 6 mau mencoba wirausaha" Beliua adalah Mahasiswa Jurusan ekonomi Universitas Indonesia. " Bagaimana car memulai nya pak ? " tanya nya.
Om Bob menjawab "Kamu besok tidak usah teruskan kuliah, keluar dari kuliah, dan memulai lah menjadi wirausaha, percayalah". Gila kan ? "Makanya Mereka Bilang Saya Gila" utulah judul buku Om Bob Sadino yang kita bedah tadi sore.
Yang bikin saya salut, om Bob itu senang sekali mendengarkan orang bicara, di akhir acara ia menyimak serius sekali salah satu nara sumber yang diminta olehnya untuk memberi nasihat-nasihat yang filosofis tentang ada yang om bob bicarakan.
Salam Sukses
Agus Supriyanto
NB :
Udah lama nggak ngeblog, kangen juga. Hari ini adalah pertama ngeblok di 2009, karena kepenatan kerjaan dan bisnis yang hiruk pikuk jadi gak sempet nulis
Pemerintah kerajaan Malaysia mempunyai badan untuk men support penjualan produk-produk Malaysia ke seluruh dunia. Badan itu bernama Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE), dengan slogan Taking Malaysia Global mereka memperkenalkan produk-produk malaysia ke seluruh dunia. Pemerintah malaysia sangat concern terhadap produksi-produksi dalam negeri, terutama (yang kami lihat) terhadap SME (Small Medium Enterprise - UKM). Kesan saya terhadap badan ini sangat profesional, dengan budget yang cuku dari pemerintah, mereka melayani kami sangat-sangat baik, bermula dari penjemputan di bandara LCCT - Kuala Lumpur, sampai kembali dari Hotel ke LCCT, semua sangat well organized.
Forum kali ini bernama Incoming Buying Mission (IBM), pemerintah kerajaan malaysia mengundang buyer-buyer dari 50 negara untuk datang memenuhi undangan pemerintah malaysia. Para Buyer dan Seller (dari Malaysia) dipertemukan di dalam sebuah Forum selama 2 hari, selama itu setiap calon buyer dipertemukan dengan pengusaha-pengusaha malaysia yang memperkenalkan produk-produk malaysia.
Perusahaan kami mendapatkan list seller yang cukup banyak, hari pertama kami dipertemukan dengan 11 seller, Setiap seller diberi waktu selama 30 menit untuk memperkenalkan produk mereka kepada calon buyer. Hari kedua kami dipertemukan dengan 8 seller. Sebagian besar mereka bergerak di industri garment dan Food Supplement.
Rekan-ekan kami dari TDA pun mendapatkan Seller dengan jumlah seragam, ada yang sedikit (seperti pak Haji Ali) dan ada yang banyak seperti kami dan Pak Cik Agustav, Ibu Poppy, Pak Roni dan lain nya.
Kesan dan
Pagi in seperti biasanya, setelah mengantarkan anak-anak ke sekolah, saya mengantarkan istri saya ke kantornya. Kemudian seperti biaas pula saya "Nyabu" alias Nyarap Bubur langganan saya disamping kantor istri saya. Sedang asik makan, datang di hadapan saya bapak-bapak setengan baya, kemudian terlibat asyik ngobrol dengan si tukang bubur langganan saya. Cita rasa bubur nya saya suka, enak dan pelayanan nya kepada pelanggan sangat friendly, sempat terfikir juga untuk kerjasama, tapi nantilah, masih banyak yang harus dikerjakan.
Si bapak di hadapan saya tadi ternyata bernama Bapak Asril, dari cara bicaranya dia berasal dari suku Padang. Dan benar saja, setelah asyik ngobrol dengan si bapak tadi dia pun menyodorkan Kartu Nama, Judul kartu namanya Rumah Makan Baringin Jaya. "Bapak bisnis Rumah Makan pak" sahut saya. "Iya pak, biasalah orang padang, rata-rata bisa masak". Beliau berasalah dari daerah Pariaman. "Istri saya guru, anak saya dua, satu di Cairo - Mesir, dan yang satu di Jakarta, sedang mencari kerja, sekarang susah ya pak cari kerja" sahut dia. "Kemarin sempat kerja, tapi di perusahaan outsourcing, jadi gajinya di potong dulu sama perusahaan outsourcing" Tambahnya..
Hmmm..., saya pun mendengarkan nya dengan nada setengah heran, rupanya bapak ini sudah mempunyai dua rumah makan padang, "Kenapa nggak di ajak membesarkan bisanis saja pak" Sahut saya. "Ah.. kalo bisnis kan bisa kapan saja, mau mulai sekarang yaaa. bisa langsung jalan, saya maunya dia mengembangkan ilmunya dulu, yang dia dapat dari sekolah". "Kan sayang sudah mahal-mahal untuk biaya sekolah"
Ingin rasanya dalam berkata bahwa menjadi "pedagang-pengusaha-saudagar" tidak kalah mulia dengan pekerja kantoran yang segala sesuatu nya mempunyai "limit", baik limit penghasilan ataupun limit waktu, tapi mengingat bapak ini sudah banyak makan asam-garam kehidupan, nggak enak rasanya berbicara seperti itu, kesannya agak menggurui, suatu hal yang tidak ingin saya lakukan, "mendengar jauh lebih baik" dalam hati saya.
Dari obrolan tadi, saya menyimpulkan memang telah terjadi "krisis Kewirausahaan" di tengah-tengan masyarakat kita. Yusuf Kalla berkata dalam silaturahmi Saudagar Minang "Sekarang di masyarakat kita, orang-orang tua lebih senang anaknya menjadi PNS, memenag menjadi PNS baik, tapi jauh lebih baik mereka untuk jadi Pedagang, entreprenuer-entreprenur muda ini sangat dibutuhkan di negeri ini. Dalam acara kick andy beberapa minggu lalu, "Pak Ci" - Ciputra -Red berkata " Kita kekurangan banyak sekali entreprenuer, kita kekurangan 100.000 entreprenuer untuk memajukan bangsa ini. Ketika ditanya "Kalu nanti semua orang menjadi pedagang-pengusaha-saudagar, nanti yang lain jadi apa". Dengan sangat lugas pak Ci menjawab "Kita dulu disekolah diajarkan menyanyi, tapi tidak semua orang jadi penyanyi kan ?"
Pak Roni pun dalam postingannya "Para calon mertua di kampung saya agak alergi dengan istilah ini ketimbang calon menantu yang bekerja sebagai PNS atau di bank."
Bahkan si Bapak yang jelas-jelas sudah menjadi pedagang-pengusaha-saudagar pun tidak menginginkan anaknya meneruskan usaha beliau, beliau ingin anaknya bekerja mengembagkan ilmu yang diperoleh dari bangku sekolah. Tidak salah sih, cuma cara orang-orang tua memandang profesi pedagang-pengusaha-saudagar itu yang agak "miris" kita melihatnya.
Bagaimana dengan anda, orang tua, calon oarang tua memandang posisi pedagang-pengusaha-saudagar?, kalo para TDAers saya percaya sudah mempunyai paradigma yang baru, ayo kita sebarakan virus entreprenership dengan meng"attract" mereka dengan kerja nyata.
Selamat Berkarya..
Salam FUNNNtastic
Agus Supriyanto
Owner Fadma Muslim Fashion
Mesin EDC (Electroni Data Capture) yang selama ini digunakan sebagai alat transaksi pembayaran kartu Kredit atau debit saat ini telah mengalami evolusi yang sangat innovatif. Semenjak produk-produk mesin EDC telah mengadopsi GSM / CDMA protokol sebagai media komunikasinya, semakin banyak aplikasi-aplikasi yang menggunakan mesin ini sebagai alat transaksi. Walaupun belum banyak perusahaan yang mengaplikasikannya, padahal dari segi harga sudah masuk kategori Mass Production, sehingga dari segi harga sudah ekonomis. Sebuah perusahhan sahabat, pernah mengembangkan mesin EDC dengan teknologi GSM untuk Tracking sistem pengiriman barang, juga inventori dengan jumlah warehouse yang sangat tersebar banyak wilayah. Dengan mengadopsi teknologi GSM / CDMA, mesin EDC bisa mobile, sehingga transaksi menjadi sangat mudah, mobilitas adalah kata kuncinya
Saat ini saya mempunyai project yang kurang lebih similar dengan teknologi di atas, hanya dalam cakupan LAN (Local Area Network), saya sedang mencari rekan-rekan (terutama dari TDA IT.. yang lain juga welcome) yang sudah expert dalam Programming dengan C atau C++, dengan scope sebagai berikut :
- Mengembangkan Software untuk EDC
- Disediakan SDK for C
- Project Base Max 1 Bulan
- Koneksi ke Database SQL Server
Ayo.. bersama kita bisa, mudah-mudahan project in imerupakan milestone buat kita, untuk mengembangkan produk-produk innovatif dengan teknologi ini
Wassalam
Agus Supriyanto


