Just... Keep On Fighting, Work Hard PRay Hard

No Comment - Post a comment




"Gus, bisnis itu tidak ada yang instant, kalo mau jadi pengusaha mulai dari yang kecil, bila perlu dari nol ",


begitulah kata-kata yang di ucapkan om saya, Om Amril Burhan, Mahira (anak saya yang paling kecil) memanggilnya dengan "Datuk Am". Pernah si kecil Mahira dengan polosnya bilang waktu kami berkumpul bermain ke rumah Datuk Amril di kawasan kemang Pratama yang asri "Yah, kok rumahnya Datuk gede sekali yah.., enak lagi ada kolam ikannya, kan adek seneng ikan Yah..". Terus saya bilang "Iya nak.. nanti ayah juga punya rumah yang gede kayak gini, Do'a in ya nak.."
Itulah kurang lebih profil Om kami, om Amril. beliau adalah pebisnis ulung yang memulai bisnisnya dari nol. Memulai bisnis ayam potong dari pasar ke pasar, dulu beliau pernah cerita " Om dulu waktu awal datang ke Jakarta, tidur di pasar. pagi jualan ayam, Siang ambil ayam, Malam tidur di pasar, Begitu terus sampai sampai semua pelanggan om di sini kenal sama om"

Begitulah ia memuali karir sebagai pebisnis, hasilnya sekarang beliau punya puluhan ternak ayam tersebar dari Bekasi sampai Subang. Mensupulai telur ke Jakarta, yang beliau datangkan dari malang, satu minggu dua kali mensuplai telur dengan Mobil FUSO besar penuh berisi telur. Punya puluhan kios di Pasar Pondok Gede, Puluhan Truk untuk mengangkut hasil panen ayam Potong. Tinggal di Kemang Pratama. Semua Anak-anaknya bersekolah di Al Azhar.



Satu hal saya saya sangat garis bawahi dari beliau, Dia selalu Open Mind dan welcome. Karakter ini juga saya temukan dari diri pak Haji Ali, selalu Open Mind dan Welcome. Semua yang beliau punya tidak pernah di gembar-gemborkan, kalaupun kita tau, pasti tau dari orang lain. Saya hampir tidak pernah mendengar cerita bahwa "Itu semua toko saya yang punya", atau kata-kata "Disini saya adalah pemilik tunggal, saya adalah Investor tunggal". Saya juga tau dari orang lain kalo pak haji pernah mengeluarkan uang hampir 2 M, hanya untuk membiayai tabligh akbar di ancol dari masjlis Tabligh yang beliau ikuti. Subhanallah

Pernah juga saya berjumpa dengan pengusaha yang punya karekter bertolak belakang dengan yang saya ceritakan diatas. Beliau selalu High Profile, bercerita banyak tentang bisnisnya yang sudah sangat menggurita. Beliau cerita punya Bank BPR, Bisnis Properti (Leasing), House Keeping, Security. dan lain-lain dan lain-lain. Tapi apa yang terjadi..? Enam bulan kemudian saya dengar cerita beliau tidak sanggup bayar gaji karyawan, bahkan salah satu direktur nya disandera karyawan, sampe tidur di kantor segala, karena dituntut bayar THR yang tak kunjung diberikan. Masya allaah..

Kembali ke cerita awal, bersama Om saya Amril, saat ini kami sedang menjajaki bisnis penjualan ayam potong dengan model pemasaran baru, tidak konvensional seperti yang selama ini dilakukan, sebuah extensifikasi usaha. Sakarang dalam tahap penyelesaian, anda bisa lihat disini untuk liat-lihat profil bisnis kami. Termasuk kemungkinan kerjasama dengan komunitas TDA ini, yang jelas kami memiliki harga bersaing (karena kami produsen) dan kwalitas yang baik (ayam kami lokasi dekat, dibandingkan dengan ayam yang di datangkan dari luar daerah). Mudah-mudahan menjadi sebuah peluang bisnis bagi kita untuk bekerjasama, SINERGI MEMBANGUN NEGERI.

oo ya kisah perjalan bisnis keluarga kami tentang ayam potong ini, akan saya tulis berikutnya dalam blog saya, jadi nantikan saja serial judul-judul berikutnya, termasuk kerja keras dan cara-cara membangun bisnis dilandasi dengan niat baik, amanah, dan tidak lupa landasan syariat. PRay Hard vs PLay Hard

Sooo.. Just Keep On Fighting, Work Hard PRay Hard


Wassalam

Agus Supriyanto
http://agusupriyanto.blogspot.com
http://fadmacollection.com
http://ayam-broiler.blogspot.com


 
This Post has No Comment Add your own!

Poskan Komentar