Alkisah, seorang new TDA sedang berjuang keras untuk mencapai salah satu impiannya yaitu memiliki Toyota Fortuner. Setiap hari beliau berdoa, action, melakukan afirmasi, visualisasi, meyakini impiannya terwujud dsb. Setelah sekian lama ternyata dreamnya tak kunjung menjadi nyata. Beliau berdoa lagi, afirmasi lagi, action lagi, tapi tidak datang-datang juga.
Suatu hari beliau bermimpi diijinkan untuk menemui malaikat yang berwenang mengadministrasi 'approval proposal' (doa manusia). Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya beliau diberi waktu menemui malaikat. Tanpa basa-basi, beliau langsung berondong," Malaikat, mengapa saya sudah bertahun-tahun berdoa dan action tetapi tak kunjung dikabulkan juga?"
"Sebentar-sebentar", kata malaikat. "Bapak harus sabar, 'proposal' Bapak Fortuner khan?". "Betul", sahut new TDA.
"Kalau boleh kasih saran Pak, menurut notes dari Tuhan, agar cepat dikabulkan sebaiknya Bapak bersikap pasrah", kata malaikat dengan lembut dan penuh kesabaran.
"Loh, kurang pasrah apa saya. Setiap hari saya berdoa, action, meskipun belum terkabul saya tetap melakukannya dengan konsisten. Saya sudah pasrah kapan Tuhan memberikan, saya siap menerima. Tapi ini sudah terlalu lama kok tidak ada kabarnya"
"Bapak minta Fortuner khan?" tanya malaikat menegaskan.. "Betul", sahut new TDA lagi.
"Nah ini masalahnya Pak, sampai sekarang stok Fortuner kosong. Stok yang ada mercy E-class dan BMW seri 7. Sebetulnya Tuhan mau kirimkan yang ini, tapi karena Anda visualisasi Fortuner setiap hari, Tuhan jadi menunda dulu. Kalau Anda pasrah saja apa yang diberikan Tuhan, pasti sudah dikirimkan", kata malaikat menjelaskan.
------------------
Yah, itulah sepenggal kisah yang saya modifikasi dari seminar Adi gunawan kemarin di Bali. Ternyata doa, perumusan tujuan, affirmasi atau visualisasi yang spesific dan 'kaku' kurang tepat. Pak Adi Gunawan menyarankan, apapun yang Anda inginkan, ucapkan dan tuliskan tambahkan kata-kata ........(tujuan anda)....... atau yang lebih baik. Yah, siapa tahu, Tuhan memberikan yang jauh lebih baik dari yang kita inginkan. Karena Tuhan lebih tahu apa yang lebih baik untuk kita.
Selamat merenungkan,
Disalin dari postingan pak Gatot (gatot_gl@yahoo.com)
Keranjang Jebol
3 minggu yang lalu

Poskan Komentar