TDA Ultimate Success Formula

No Comment - Post a comment

Dear rekan action member TDA,

Ini adalah kurikulum TDA yang diambil dari berbagai sumber, berdasarkan pengalaman para member yang sudah sukses, yang dipercaya mampu memberikan arah kesuksesan, yang sudah dipraktikkan dengan hasil luar biasa oleh orang2 sukses.

Roni Yuzirman, pendiri komunitas TDA, menyebutnya :
TDA Ultimate Sucess Formula

Reason - Beliefe - Dream - Action - Strategy - Pray


Karena panjangnya mengenai hal ini yang dikuatirkan akan membuat kurang menarik dan membuat suntuk, ijinkan saya menjabarkannya dalam beberapa tulisan. Dan mohon maaf sebelumnya jika ada kekurangan karena tulisan ini berdasarkan pendapat pribadi saya walau sudah dibubuhi sumber2 lain. Berikut adalah tulisan perdana.

REASON

Alasan. Mengapa ingin melakukan sesuatu. Motif.

Inilah hal yang paling pertama sekali harus dicari, ditemukan lalu ditentukan. Adalah sesuatu yang akan memberikan kekuatan pada diri sendiri, sesuatu yang akan membuat kita puas, suka, sedang dan bahagia.

Dan alasan harus kuat, dengan begitu akan memberikan kepercayaan diri dalam melakukan sesuatu. Apapun yang sekiranya akan menghalangi akan tersingkir. Kenapa harus alasan yang kuat ? Karena hanya butuh satu alasan yang kuat untuk mencapai kesuksesan sementara kita bisa memberikan seribu alasan untuk ketidaksusesan.

Oleh karenanya alasan akan terkait dengan mindset. Beda sekali hasil, proses, prilaku dan sikap antara orang yang mempunyai alasan 'bekerja untuk ibadah' ketika ia bekerja dengan yang memiliki alasan 'bekerja untuk mencari uang'. Atau beda sikap yang diambil dalam menghadapi kegagalan, apakah mengutarakan alasan 'karena kurang dukungan dari pemerintah' atau 'karena strategi saya kurang mengena'.

Roni Yuzirman, founder TDA, mengatakan :
"Yang terpenting temukan dulu 'why' anda, baru pikirkan 'how' nya".

Temukan satu alasan terkuat mengapa anda ingin sukses ?, mengapa anda memilih untuk menjadi pengusaha ?. Faif Yusuf, penulis buku Rahasia Jadi Entrepreneur Muda, menemukan alasan terkuat 'karena ingin membahagiakan ibu tercinta' ketika memutuskan untuk memulai usaha. Silahkan baca di : http://faifyusuf.blogspot.com/2007/06/satu-alasan.html.

Dan selain harus kuat, karena dari sisi bahasa berasal dari bahasa Yunani 'logos' yang kemudian menjadi logic atau 'ratio' dalam bahasa Latin kemudian pada akhirnya menjadi 'raison' dalam bahasa Perancis, maka alasan juga harus positif, sesuai logika dan benar. Alasan melakukan sesuatu harus benar dan terang, sesuai panduan baik dalam hal religi (QS:Al-Israaa':33, Al-Kahfi:15) dan sosial.

Dalam suatu fragmen kehidupan berjudul Terbang, REASON adalah disaat kita bagaikan pesawat yang akan tinggal landas. Mengapa kita ada disana ?. Karena ingin terbang tinggi di angkasa, mencapai cita-cita.


DREAM

Impian. Tujuan. Goal.

Semua orang ingin mencapainya tapi sedikit yang benar-benar melakukan sesuatu untuk itu. Dalam setiap manusia terselip banyak dream, bahkan saking banyaknya, tidak berusaha untuk fokus dan pada akhirnya lebih banyak dream yang tidak tercapai. Atau malah karena banyaknya jadi bingung : sebenarnya dream saya apa ? Jika saat ini kita diperintah untuk membuat daftar dream maka yakin bahwa kita sanggup membuatnya hingga 1 lembar halaman. Manusiawi.

Yang jadi masalah adalah ya itu tadi, apakah kita telah benar-benar melakukan sesuatu untuk mencapainya ? Apakah itu hanya sekedar menjadi mimpi bukan impian. Mimpi cenderung ada di awang-awang sedangkan impian membutuhkan aksi nyata untuk meraihnya. Kita dilarang untuk melamun dan panjang angan-angan.

"(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong" (QS An-Nisaa':123)

. Ketika kita membuat dream ingin masuk surga dan mendapat pahala dari Allah SWT, maka itu membutuhkan aksi nyata. Beriman, melakukan amal sholeh, menjalankan segala perintah-Nya dan menjahui larangan-Nya.

'Bukan hal-hal besar yang menjadikan orang besar, tetapi hal-hal kecil yang dikerjakan dengan kekuatan impian-impian besar'. Jika impian kita cukup besar, maka hanya dibutuhkan langkah-langkah kecil namun konsisten untuk mencapainya.

Jika kita melihat fragmen kehidupan Terbang kita, DREAM ibarat sesuatu yang kita tanamkan didepan jalur hidup kita, ia adalah langit biru, atau destinasi kita. Agar menjadi 'guidance' yang menuntun setiap langkah kita tetap terfokus ke arahnya. Tidak goyah ketika angin menerpa dari berbagai sisi, tidak mundur ketika ada yang menarik dengan rayuan, tidak terjatuh dan berhenti untuk bangun. Hampir mirip dengan BELIEF, maka dengan adanya DREAM maka setiap langkah dan aksi yang dilakukan akan terjaga kekuatan konsistensinya.

STRATEGY

Langkah. Cara. Rencana.

Disinilah letak lain dari faktor keberhasilan seseorang. Apa langkah, cara dan rencana kita untuk meraih semua impian yang sudah dipetakan. Apa yang harus dilakukan untuk meraihnya. Apa yang perlu dilakukan dan apa yang harus dihindari.

Menurut kamus, strategy is a long term of plan of action designed to achieve a particular goal, most often 'winning'. Stategi berasal dari bahasa Yunani 'strategos' yang artinya terdiri dari dua kata 'sratos' (army) dan 'ago' (leading). Memimpin dalam berjuang, menentukan strategi terbaik dalam memenangkannya.

Karena kebanyakan tujuannya untuk mencapai kemenangan maka di dalam strategi ada berbagai macam hal yang perlu digali, dipelajari dan dijalankan tentunya. Akan menjadi sangat panjang menjabarkannya. Ada perencanaan, ada keterkaitan dengan waktu, ada hubungannya dengan tenaga dan pikiran serta hal lainnya.

Perencanaan adalah perlu walau sebenarnya tidak memerlukan waktu yang lama dalam memikirkannya karena akan menyita peluang keberhasilan. Jika terlalu banyak
rencana tanpa aksi nyata maka semua menjadi percuma. Menurut Sayiddina Ali ra : 'aksi tanpa rencana adalah buta, rencana tanpa aksi adalah mimpi'.

"Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya" (QS Att-Thaariq : 16) dan "Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain" (QS Alam Nasyrah : 7) cukup untuk membuktikan bahwa kita perlu strategi, rencana yang harus dilakukan satu per satu. Fokus.

Kaitannya dengan waktu jelas. Jangan pernah tidak memedulikan atau malah menyia-nyiakan waktu. Waktu dalam suatu strategi sangat penting. Sekarang ini bukan yang besar yang memakan yang kecil tapi yang tercepatlah yang akan mengalahkan yang lamban. Menunda adalah penyakit yang berkaitan dengan waktu. Rasulullah (S.A.W.) pernah bersabda: "Ada dua kenikmatan yang membuat banyak orang terpedaya yakni nikmat sehat dan waktu senggang." (HR. Bukhari)

Pelayanan adalah hal lain dalam strategi. Kita sudah tentu mengetahui bahwa pelangganlah yang menghidupi bisnis kita, merekalah nadi dan udara dalam bisnis. Tanpa mereka, tidak ada bisnis. Jadi pelayanan yang prima adalah sesuatu yang wajib. 'Jika kita mencari uang, kita akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik. Tetapi jika kita mengutamakan pelayanan yang baik maka kita akan dicari uang'.

Strategi jelas bisa dipelajari walau kadang tidak sesuai dengan harapan akan hasilnya. Jika begitu, kita perlu melakukan 'yang berbeda' dalam hal strategi. Melakukan strategi yang sama untuk mengharapkan hasil yang berbeda adalah sesuatu yang bodoh jika tidak ingin dikatakan konyol oleh sebagian orang. Jangan terlena dengan kondisi bagus saat ini, antisipasi dengan baik untuk menghadapi segala kemungkinan, kembalikan kepada pentingnya perencanaan.

Dalam fragmen kehidupan Terbang kita, STRATEGI seperti landasan pacu yang lurus, menghubungkan kita dengan tujuan akhir kita. Sebagai panduan, agar tidak melenceng dari tujuan, agar kalaupun melenceng maka kita bisa mengarahkannya kembali ke arah yang benar. Butuh fokus disana, butuh kecepatan yang cukup dengan tidak menunda atau terhambat halangan. Tanpa adanya STRATEGI maka segala yang kita canangkan dan lakukan akan tanpa arah, bagai orang yang mencari jarum dalam kegelapan malam.

ACTION

Aksi. Langkah pertama. Praktik.

Inilah hal utama dari semua kurikulum
TDA dan inilah jiwa dari komunitas TDA ... action oriented. Bahkan selain kepanjangan dari Tangan Di Atas, TDA berarti To Do Action buat yang belum punya bisnis dan akan memilikinya serta Take Double Action buat yang sudah punya bisnis dan ingin mengembangkannya.

Tiada gunanya besarnya belief, kekuatan dream dan bagusnya strategi, tanpa aksi. Langkah ke 1000 ditentukan oleh dilakukannya langkah pertama. Tidak ada waktu dan kondisi ideal dalam memulai sesuatu.

Kita tidak perlu ahli untuk mulai melakukan sesuatu karena kita membangun keahlian itu dari melakukannya, jadi lakukanlah !. Take Action Miracle Happened, No Action Nothing Happened. Kita tidak perlu hebat untuk memulai tapi kita harus memulai untuk menjadi hebat. Action Speaks Louder Than Words. Dunia dibangun oleh orang-orang yang selain bermimpi juga berusaha memujudkannya, yang action.

Sekedar menjadi pengamat dan seseorang yang pasif tidak akan membuat kita maju walau selangkah karena artinya kita diam di tempat. Silahturahmi mungkin menjadi salah satu aksi pertama. Karena dari sana, jika kita ikhlas, akan dijanjikan usia yang panjang dan luasnya rejeki. Sudah banyak yang membuktikannya.

Tidak banyak yang bisa dijabarkan disini karena menyangkut kekuatan dan keberanian diri kita dalam melakukannya. Apakah kita sudah action ?

Dalam fragmen kehidupan Terbang kali ini, ACTION adalah langkah kaki pertama kita dan langkah-langkah selanjutnya. Satu step awal kita untuk melakukan beribu step berikutnya. Action berkelanjutan yang terinsipari dan menginspirasi, Never Ending Inspired Action. Dengan Reason yang tepat, Belief dan Dream yang kokoh, serta Strategy yang handal dan tak lupa Pray yang tulus.

Ketika kita menyalakan lilin dan meletakannya dekat di bawah lengan kita maka kita akan sakit, karena lilin tidak kita gerakan, karena kita berhenti. Maka gerakanlah lilin itu terus menerus agar kita tidak merasakan sakit dari panasnya.


PRAY

Doa. Memohon. Memasrahkan diri dengan ikhlas.

Dengan berdoa artinya kita menegaskan bahwa kita adalah mahluk ciptaan Tuhan. Bahwa kita adalah kecil dihadapan ke-Maha Besar-an Tuhan. Kita memerlukan bimbingan, pertolongan, bantuan atau ampunan dari segala dosa.

Baik pada saat memulai, sepanjang menjalankan dan menyelesaikan, doa diperlukan dalam mengiringi setiap langkah kita. Berdoa agar apa yang akan kita lakukan selalu mendapat ridho-Nya. Berdoa agar apa yang kita laksanakan masih sesuai dengan segala perintah-Nya dan terjauh dari segala larangan-Nya. Dan berdoa dengan memasrahkan diri akan hasil yang diharapkan. Kita mengakui bahwa Tuhan adalah penentu segala hasil dari apa yang kita kerjakan. Kita bertawakal setelah ikhtiar yang telah kita jalankan. Memasrahkan semuanya, ikhlas menerima apapun hasilnya.

"Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan" (QS. Al-Faatihah :1).

"Jika engkau meminta maka mintalah kepada Allah dan jika engkau memohon pertolongan maka mohonlah pertolongan kepada Allah." (HR. At-Tirmidzi)

Tidak ada dikotomi antara bisnis dan spiritualitas. Saat ini spiritualis mendapat tempat yang lebih luas, bahkan di dunia Barat yang sebelumnya lebih sekuler dan kapitalis. Dalam bukunya The Corporate Mystic, Gay Hendricks menyimpulkan bahwa dalam era global dewasa ini, para petinggi perusahaa, ratusan CEO yang ditelitinya mengindikasikan memiliki sifat-sifat beretika dan menjunjung tinggi spiritualitas.

Dalam tujuan pencarian rejeki, kita harus meyakini bahwa rejeki adalah di tangan Allah SWT sehingga kita tidak perlu kuatir akan kekurangan atau takut tidak mendapat rejeki jika berlaku jujur dan sesuai perintah agama. "Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-

Nya." (QS. Al-Israa' : 30).

Dalam fragmen kehidupan berjudul Terbang terakhir kita, PRAY adalah Reason, PRAY adalah Belief, PRAY adalah Dream, PRAY adalah Strategy dan PRAY adalah Action. Segala Reason, Belief, Dream, Strategy dan Action memerlukan bimbingan dan rangkulan spiritualitas didalamnya.

Semoga bermanfaat. Mohon maaf jika kurang berkenan.

Wassalam.

 
This Post has No Comment Add your own!

Poskan Komentar