Puasa, Lebaran dan Pulang Kampung

No Comment - Post a comment

Momen Puasa ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, puasa ini merupakan sebuah milestone bagi perjalanan bisnis saya. Baru kali ini saya merasakan puasa dengan segala macam kesibukan yang teramat sangat.

Toko kami sangat membutuhkan supply barang yang banyak, baik dari segi brand dan variasi jenis produk. Alhamdulillah tekat kami untuk berhenti berbelanja sebelum memasuki bulan puasa, atau awal-awal puasa sebagian besar bisa kami wujudkan, karena dari sisi psikologis dan waktu transaksi pembelian barang pada awal sampai pertenganhan ramadhan tidak bisa optimal. Supplier kehabisan bahan baku pembuat barang, sementara Demand sangat tinggi. Sehingga mau tidak mau kita membeli barang dengan variasi jenis seadanya (yang ada saja). Jauh berbeda ketika kondisi demand masih wajar, kita masih punya banyak pilihan.

Tapi yang namnaya rencana pasti ada saja hal-hal yang meleset, ada saja hal-hal yang terjadi diluar kehendak kita. Jadi tetap saja ada satu dua barang yang harus hunting di tengan suasana hiruk pikik pembeli, terpaksa menyiasati waktu untuk sesekali
mencari barang di minggu-minggu petenganhan puasa.



Saking semangatnya menumpuk barang, sampai-samapi harus berjibaku dengan space dan rak yang masih terbatas di toko kami. Setiap hari saya memantau pergerakan barang barang yang terjual. Seakan tidak ingin melewatakn satu hari pun tanpa mencari tahu jenis-jenis barang yang sudah laku di toko kami.

Untuk Leads pada awal wal ramadhan kami sempat sedikit khawatir, "kok jumlah leads menurun yaaa...". Kemudian saya coba diskusi dengan teman teman yang berkecimpung di garmant. Ternyata teman-teman pun mengalami hal yang sama. "Memang begitu pak pada awal- awal puasa". "Orang orang masih pada rajin tarawih". "Nanti kalau sudah minggu kedua sampai keempat, tarawih nya pindah di mal.." Seru teman curhat saya di YM.

Hik-hik.. jadi ingat kata-kata pak rosihan waktu adara TDA Focus Group - Garment di Restoran Pandan Wangi Rawamangun. "Orang kita itu tarawihnya pindah ke mal kalau sudah dekat lebaran".... gerrrr ami semua tertawa mendengarnya. Rupanya fonomen itu memang benar terjadi. Bagi kami tidak ada pilihan lain kecuali mempersiapkan dengan baik saat-saat itu.

Kesibukan di kantor pun tak bisa lepas dari perhatian, sehingga sangat dituntut management waktu yang baik. Sebuah pembelajaran yang sangat mahal bagi saya untuk tahun depan mempersiapkan moment ini dengan baik

Produk-produk perlengkapan sholat seperti mukena, sarung dan sajadah merupakan produk yang paling banyak dicari pada awal-awal puasa, orang-orang ingin memasuli bulan ramadhan dengan meukena baru yang dibawa shalat tarawih. Pada minggu kedua, pakaian anak-anak sudah mlai banyak menunjukkan penningkatan penjualan, Disusul pada minggu minggu ke 2 dan 3 produk produk wanita dewasa seperti gamis, blus sudah maulai di buru konsuemen. dan yang terakhir mendekai lebaran gilirian produk-produk untuk kaum adam yang banyak dicari sepeti koko, peci dan sajadah.

Tibalah saat nya pualang kampung, sempat terjadi diskusi yang hangat mengenai kapan sebaiknya kami pualng kampung bersama anak-anak. Awalnya kami merencanakan untuk sholat Ied di Jakarta. Setelah sholat Ied kami baru pulang kampung halaman. Hal ini dikarenakan satu karyawan kami pada saat malam takbiran ingin izin pulang. Tetapi setelah mellaui sedikit analisa bahwa pada saat malam takbiran pasti leads sudah agak berkurang, jadi kami putuskan untuk pulang hari selasa - Satu hari sebelum lebaran. Ternyata analisa kami keliru !!!. Pada saat malan takbiran tiba, toko kami pada pukul 22.00 masih penuh pengunjung. Karena kelelahan karyawan kami terpaksa menutup toko jam 22.05, Sedangkan toko -toko lain beroperasi sampai jam 24.00 malam. "yah, namanya juga amatiran, belum bisa memprediksi pasar sejauh itu " gumam saya.

Perjalan pulang kampung kali ini tegolong cukup lancar, kami berangkat dari rumah kami di tepat pukul 9.00 pagi. Langsung meluncur memasuki gerbang tol yang tidak jauh dari rumah kami. Pukul 10.15 tiba di merak, pukul 13.00 kami sudah sampai di Bakauheni lampung Perjalanan darat dari bakauheni ke Metro saya tempuh dalam 2 jam. Tepat pukul 3.00 sore, kami sudah menumpai kakek-dan nenek (panggilan anak kami) sudah menguggu di depan rumah. Peluk dan cium hangat langsung kami persembahkan untuk kedua orang tua tercinta kami, rindu rasanya bertemu dengan beliau..

kamipun masih sempat merasakan moment buka puasa hari terakhir, dan syukur alhamdulillah pada lebaran kali ini tidak ada perbedaan waktu sholat Ied sebagaimana tahun sebelumnya. Sehingga kamipun semua berangkat ke Masjid untuk Sholat Ied Bersama-sama

Taqoballalahu Minna Wa Minkum
Minal Aidzin Wal Faizin
Mohon Maaf Lahir dan Bathin






 
This Post has No Comment Add your own!

Poskan Komentar