Krisis Kewirausahaan

2 comments - Post a comment

Pagi in seperti biasanya, setelah mengantarkan anak-anak ke sekolah, saya mengantarkan istri saya ke kantornya. Kemudian seperti biaas pula saya "Nyabu" alias Nyarap Bubur langganan saya disamping kantor istri saya. Sedang asik makan, datang di hadapan saya bapak-bapak setengan baya, kemudian terlibat asyik ngobrol dengan si tukang bubur langganan saya. Cita rasa bubur nya saya suka, enak dan pelayanan nya kepada pelanggan sangat friendly, sempat terfikir juga untuk kerjasama, tapi nantilah, masih banyak yang harus dikerjakan.

Si bapak di hadapan saya tadi ternyata bernama Bapak Asril, dari cara bicaranya dia berasal dari suku Padang. Dan benar saja, setelah asyik ngobrol dengan si bapak tadi dia pun menyodorkan Kartu Nama, Judul kartu namanya Rumah Makan Baringin Jaya. "Bapak bisnis Rumah Makan pak" sahut saya. "Iya pak, biasalah orang padang, rata-rata bisa masak". Beliau berasalah dari daerah Pariaman. "Istri saya guru, anak saya dua, satu di Cairo - Mesir, dan yang satu di Jakarta, sedang mencari kerja, sekarang susah ya pak cari kerja" sahut dia. "Kemarin sempat kerja, tapi di perusahaan outsourcing, jadi gajinya di potong dulu sama perusahaan outsourcing" Tambahnya..

Hmmm..., saya pun mendengarkan nya dengan nada setengah heran, rupanya bapak ini sudah mempunyai dua rumah makan padang, "Kenapa nggak di ajak membesarkan bisanis saja pak" Sahut saya. "Ah.. kalo bisnis kan bisa kapan saja, mau mulai sekarang yaaa. bisa langsung jalan, saya maunya dia mengembangkan ilmunya dulu, yang dia dapat dari sekolah". "Kan sayang sudah mahal-mahal untuk biaya sekolah"

Ingin rasanya dalam berkata bahwa menjadi "pedagang-pengusaha-saudagar" tidak kalah mulia dengan pekerja kantoran yang segala sesuatu nya mempunyai "limit", baik limit penghasilan ataupun limit waktu, tapi mengingat bapak ini sudah banyak makan asam-garam kehidupan, nggak enak rasanya berbicara seperti itu, kesannya agak menggurui, suatu hal yang tidak ingin saya lakukan, "mendengar jauh lebih baik" dalam hati saya.



Dari obrolan tadi, saya menyimpulkan memang telah terjadi "krisis Kewirausahaan" di tengah-tengan masyarakat kita. Yusuf Kalla berkata dalam silaturahmi Saudagar Minang "Sekarang di masyarakat kita, orang-orang tua lebih senang anaknya menjadi PNS, memenag menjadi PNS baik, tapi jauh lebih baik mereka untuk jadi Pedagang, entreprenuer-entreprenur muda ini sangat dibutuhkan di negeri ini. Dalam acara kick andy beberapa minggu lalu, "Pak Ci" - Ciputra -Red berkata " Kita kekurangan banyak sekali entreprenuer, kita kekurangan 100.000 entreprenuer untuk memajukan bangsa ini. Ketika ditanya "Kalu nanti semua orang menjadi pedagang-pengusaha-saudagar, nanti yang lain jadi apa". Dengan sangat lugas pak Ci menjawab "Kita dulu disekolah diajarkan menyanyi, tapi tidak semua orang jadi penyanyi kan ?"

Pak Roni pun dalam postingannya "Para calon mertua di kampung saya agak alergi dengan istilah ini ketimbang calon menantu yang bekerja sebagai PNS atau di bank."
Bahkan si Bapak yang jelas-jelas sudah menjadi pedagang-pengusaha-saudagar pun tidak menginginkan anaknya meneruskan usaha beliau, beliau ingin anaknya bekerja mengembagkan ilmu yang diperoleh dari bangku sekolah. Tidak salah sih, cuma cara orang-orang tua memandang profesi pedagang-pengusaha-saudagar itu yang agak "miris" kita melihatnya.

Bagaimana dengan anda, orang tua, calon oarang tua memandang posisi pedagang-pengusaha-saudagar?, kalo para TDAers saya percaya sudah mempunyai paradigma yang baru, ayo kita sebarakan virus entreprenership dengan meng"attract" mereka dengan kerja nyata.


Selamat Berkarya..

Salam FUNNNtastic

Agus Supriyanto
Owner Fadma Muslim Fashion

 

C or C++ Programmer, Join to My Project

1 comments - Post a comment





Mesin EDC (Electroni Data Capture) yang selama ini digunakan sebagai alat transaksi pembayaran kartu Kredit atau debit saat ini telah mengalami evolusi yang sangat innovatif. Semenjak produk-produk mesin EDC telah mengadopsi GSM / CDMA protokol sebagai media komunikasinya, semakin banyak aplikasi-aplikasi yang menggunakan mesin ini sebagai alat transaksi. Walaupun belum banyak perusahaan yang mengaplikasikannya, padahal dari segi harga sudah masuk kategori Mass Production, sehingga dari segi harga sudah ekonomis. Sebuah perusahhan sahabat, pernah mengembangkan mesin EDC dengan teknologi GSM untuk Tracking sistem pengiriman barang, juga inventori dengan jumlah warehouse yang sangat tersebar banyak wilayah. Dengan mengadopsi teknologi GSM / CDMA, mesin EDC bisa mobile, sehingga transaksi menjadi sangat mudah, mobilitas adalah kata kuncinya

Saat ini saya mempunyai project yang kurang lebih similar dengan teknologi di atas, hanya dalam cakupan LAN (Local Area Network), saya sedang mencari rekan-rekan (terutama dari TDA IT.. yang lain juga welcome) yang sudah expert dalam Programming dengan C atau C++, dengan scope sebagai berikut :

- Mengembangkan Software untuk EDC
- Disediakan SDK for C
- Project Base Max 1 Bulan
- Koneksi ke Database SQL Server

Ayo.. bersama kita bisa, mudah-mudahan project in imerupakan milestone buat kita, untuk mengembangkan produk-produk innovatif dengan teknologi ini

Wassalam

Agus Supriyanto






 

Nonton TV Di Internet

No Comment - Post a comment

Nonton TV yuk...

eit.. sebentar dulu, anda butuh bandwith minimal 384 kbps, dan Plugin "Flash Media Palyer" yang bisa di download di Official website di www.adobe.com, baru bisa nonton TV di Internet
Untuk memilih Channel, klik tombol Channels TV di pojok kiri atas, selamat menyaksikan...









 

Ini dia Rahasia orang Gagal (B.E.J)

No Comment - Post a comment

Postingan ini sejatinya untuk mengingatkan diri saya agar jangan samapi mampir ke kondisi BEJ. BEJ bukan Bursa Efek Jakarta. BEJ merupakan perilaku orang-orang yang gagal dalam menjalankan Bisnis nya. Biaklah kita mulai dari awal

1. B = Blame : Menyalahkan

Orang-orang gagal selalu saja menemukan jalan untuk menyalahkan orang, ataupun keadaan. Sadar bahwa dirinya tidak dapat berbuat yang terbaik, mencari object yang bisa di timpakan kesalahan adalah suatu kenikmatan tersendiri bagi orang-orang gagal.
"Barang nya nggak variatif", "Customer nya gak punya duit, tanya-tanya doang", "Toko sebelah banting harga".


2. E = Excuse : Alasan

Coba perhatikan orang-orang yang selalu gagal dan gagal, dapat dipastikan orang-orang ini sangat lihai encari alasan. Ada saja sesuatu yang keluar dari mulut nya. Dari yang halus sampai alasan yang mengada-ada

Kita sering menjumpai kata-kata "Abis barang nya sedikit, abis barang nya susah dicari". "Sekarang keadaan nya memang begitu, jadi buat kita sulit berkembang". "Abis dari kemarin udara panas sekali". "Abis customer di sini pada nawar melulu". "Abis Barang kita terlalu bagus, jadi mahal" - Padahal mahal dan murah kan sangat banyak variable yang menentukan. Dengan menyalahkan beralasan orang-orang gagal menganggap semua selesai. "Fine-fine aja !!!, there's nothing wrong, gitu lohh..."



3. J : Justify : Pembenaran

Akhirnya orang-orang gagal akan mencari pembenaran, berusaha agar tindakan yang salah - merugi - menurun menjadi wajar atau malah benar. Seperti orang yang akan tenggelam dia panik mencari pegangan ke kiri kanan dan berusaha tetap mangambang. Dia sibuk mencari pembenaran tindakan-tindakan yang dibuat. "Ah.. dia aja begitu", "Ya memang semua pada begitu", "Memang sekarang zaman nya begini. Lengakap sudah orang tersebut mendapatkan gelar orang-orang gagal

Bagaimana dengan anda ??

Hik hik.. mungkin dalam hati, ooo yaa saya suka mencari-cari alasan supaya saya nggak dimarahi, supaya kelihatan baik, supaya.. supaya...

Kenapa harus menunggu kondisi-kondisi itu menyandera kita ????, berhentilah Menyalahkan Orang, Membuat Alasan, dan Mencari Pembenaran niscaya kesuksesan ada di hadapan anda, atau ... tetaplah Menyalahkan orang, mencari-cari alasan, dan membuat pembenaran, dijamin.... g a g a l

Benari Diri Menjadikan Indonesia yang lebih baik

Salam Sukses

Agus Supriyanto





 

Keterpakasaan Versus Kesuksesan

1 comments - Post a comment



Kick andy edisi Jum'at 25 Oktober 2008 terasa berbeda dari acara-acara kick andy sebelumnya. Audience nya penuh sesak oleh para entreprenuer yang ingin menimba ilmu atau sekedar mencari insppirsi dari nara sumber yang notabene adalah orang-orang sukses yang memulai segalanya dari keterpaksaan. berikut kutipan dari www.kickandy.com


Siapa yang akan menyangka bahwa seorang Ciputra, Titiek Puspa dan mantan Menteri Negara BUMN Sugiharto, dulunya hidup sengsara dan kurang gizi. Namun kekurangan tersebut tidak menghalangi jalan mereka untuk bangkit dan sukses. Bagi mereka, untuk sukses tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Atau berasal dari keluarga mapan. Kesuksesan harus dikejar dengan keras keras, ketekunan, kreatifitas dan juga asas pantang menyerah saat menemui kegagalan.

Bagi Ciputra, perintis pengembang properti nasional sekaligus pembangun 20 kota satelit di seluruh Indonesia, pengalaman hidup susah sejak kecil adalah pemicu kesuksesannya. Ciputra yang lahir di Parigi, Sulawesi Tengah 77 tahun lalu, harus merasakan kerasnya hidup sejak usia 12 tahun, tanpa ayah. Sang ayah ditangkap tentara pendudukan Jepang dan akhirnya meninggal di penjara.

Sebagai bungsu dari 3 bersaudara, Ciputra kecil harus bergelut dengan berbagai pekerjaan untuk mencari uang membantu sang ibu yang berjualan kue. Ciputra yang mengaku sangat bandel dan nakal sejak kecil, juga harus berjalan kaki tanpa alas kaki sejauh 7 kilometer ke sekolah setiap hari. Kenakalan Ciputra terlihat dari sifatnya yang seenaknya sendiri. Saat disuruh belajar bahasa Belanda, Jepang atau China, dia malas. Dia hanya mau belajar bahasa yang dianggapnya akan berguna baginya, yaitu bahasa Indonesia. Akibatnya, saat usia 12 tahun dia masih di kelas 2 SD karena berkali-kali tinggal kelas.

Pasca ditinggal sang ayah, barulah Ciputra bangkit dan mau belajar giat hingga selalu menjadi nomor 1 di sekolah. Kegemilangan prestasi Ciputra terus berlanjut hingga mampu menamatkan kuliah di jurusan arsitektur ITB. Setelah lulus kuliah, jiwa wirausaha Ciputra mengantarkannya menjadi raksasa pengembang properti di tanah air lewat PT Pembangunan Jaya saat itu, dan akhirnya menjadi grup Ciputra. Dan hingga kini, berbagai bangunan properti yang menghiasi wajah Jakarta, tak bisa dilepaskan dari campur tangan seorang Ciputra.

Sedangkan Sugiharto, mewakili profil seorang yang sukses berkarir sebagai karyawan dari bawah. Sebagai anak keluarga perantauan berpenghasilan tidak tetap di Jakarta, Sugiharto kecil sudah merasakan kerasnya bekerja sejak sekolah di SD.


Hasrat Sugi yang sangat tinggi untuk terus sekolah, memacunya untuk bisa membiayai sendiri sekolahnya. Berbagai pekerjaan pernah dilakukannya sambil sekolah. Mulai dari pembantu rumah tangga, pengasong rokok klobot, tukang parkir hingga kuli angkut barang. Namun berbagai pekerjaan itu tak lantas membuat nilai pelajarannya di sekolah jelek. Sugi tetap mampu berprestasi bagus di sekolah. Pekerjaan dan sekolah dilakukannya bersamaan sama baiknya, hingga kuliah. Bahkan setamat kuliah, Sugi selalu mencari pekerjaan yang bisa dilakukannya sembali kuliah. Hingga akhirnya Sugiharto mampu menjadi CEO sebuah perusahaan minyak nasional dengan pajak penghasilan per tahun mencapai 2 milyaran! Dan karir puncaknya adalah menjadi menteri negara BUMN era Presiden SBY pada 2004 - 2007.



Sementara Titiek Puspa terlahir dengan nama Sudarwati, anak keempat dari 12 bersaudara di Kalimantan Selatan. Sebagai seorang gadis kecil yang sakit-sakitan, Titiek Puspa harus bersusah payah untuk sekolah. Jarak 6 km dari rumah ke sekolah, harus selalu ditempuhnya dengan nyeker setiap hari. Seringkali saat musim hujan tiba, Titiek kecil harus pasrah saat disuruh pulang oleh gurunya karena kasihan padanya. Hal yang justru membuatnya kesal, karena minatnya untuk sekolah sangat tinggi. Sekali waktu, rasa kesalnya memuncak. Saat hujan deras, Titiek berhujan-hujan dan marah-marah pada Tuhan. Bahkan berniat dan sempat melakukan usaha bunuh diri.

Namun justru peristiwa itulah yang kemudian menjadi titik balik kehidupannya. Titiek Puspa bisa bangkit dari seorang gadis kecil ringkih penyakit, menjadi seniwati sukses 3 orde dan melalui masa pemerintahan 6 presiden RI. Sebagai seorang penyanyi, pencipta lagu, bintang film, sinetron dan iklan, serta seorang koreografer


 

Puasa, Lebaran dan Pulang Kampung

No Comment - Post a comment

Momen Puasa ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, puasa ini merupakan sebuah milestone bagi perjalanan bisnis saya. Baru kali ini saya merasakan puasa dengan segala macam kesibukan yang teramat sangat.

Toko kami sangat membutuhkan supply barang yang banyak, baik dari segi brand dan variasi jenis produk. Alhamdulillah tekat kami untuk berhenti berbelanja sebelum memasuki bulan puasa, atau awal-awal puasa sebagian besar bisa kami wujudkan, karena dari sisi psikologis dan waktu transaksi pembelian barang pada awal sampai pertenganhan ramadhan tidak bisa optimal. Supplier kehabisan bahan baku pembuat barang, sementara Demand sangat tinggi. Sehingga mau tidak mau kita membeli barang dengan variasi jenis seadanya (yang ada saja). Jauh berbeda ketika kondisi demand masih wajar, kita masih punya banyak pilihan.

Tapi yang namnaya rencana pasti ada saja hal-hal yang meleset, ada saja hal-hal yang terjadi diluar kehendak kita. Jadi tetap saja ada satu dua barang yang harus hunting di tengan suasana hiruk pikik pembeli, terpaksa menyiasati waktu untuk sesekali
mencari barang di minggu-minggu petenganhan puasa.



Saking semangatnya menumpuk barang, sampai-samapi harus berjibaku dengan space dan rak yang masih terbatas di toko kami. Setiap hari saya memantau pergerakan barang barang yang terjual. Seakan tidak ingin melewatakn satu hari pun tanpa mencari tahu jenis-jenis barang yang sudah laku di toko kami.

Untuk Leads pada awal wal ramadhan kami sempat sedikit khawatir, "kok jumlah leads menurun yaaa...". Kemudian saya coba diskusi dengan teman teman yang berkecimpung di garmant. Ternyata teman-teman pun mengalami hal yang sama. "Memang begitu pak pada awal- awal puasa". "Orang orang masih pada rajin tarawih". "Nanti kalau sudah minggu kedua sampai keempat, tarawih nya pindah di mal.." Seru teman curhat saya di YM.

Hik-hik.. jadi ingat kata-kata pak rosihan waktu adara TDA Focus Group - Garment di Restoran Pandan Wangi Rawamangun. "Orang kita itu tarawihnya pindah ke mal kalau sudah dekat lebaran".... gerrrr ami semua tertawa mendengarnya. Rupanya fonomen itu memang benar terjadi. Bagi kami tidak ada pilihan lain kecuali mempersiapkan dengan baik saat-saat itu.

Kesibukan di kantor pun tak bisa lepas dari perhatian, sehingga sangat dituntut management waktu yang baik. Sebuah pembelajaran yang sangat mahal bagi saya untuk tahun depan mempersiapkan moment ini dengan baik

Produk-produk perlengkapan sholat seperti mukena, sarung dan sajadah merupakan produk yang paling banyak dicari pada awal-awal puasa, orang-orang ingin memasuli bulan ramadhan dengan meukena baru yang dibawa shalat tarawih. Pada minggu kedua, pakaian anak-anak sudah mlai banyak menunjukkan penningkatan penjualan, Disusul pada minggu minggu ke 2 dan 3 produk produk wanita dewasa seperti gamis, blus sudah maulai di buru konsuemen. dan yang terakhir mendekai lebaran gilirian produk-produk untuk kaum adam yang banyak dicari sepeti koko, peci dan sajadah.

Tibalah saat nya pualang kampung, sempat terjadi diskusi yang hangat mengenai kapan sebaiknya kami pualng kampung bersama anak-anak. Awalnya kami merencanakan untuk sholat Ied di Jakarta. Setelah sholat Ied kami baru pulang kampung halaman. Hal ini dikarenakan satu karyawan kami pada saat malam takbiran ingin izin pulang. Tetapi setelah mellaui sedikit analisa bahwa pada saat malam takbiran pasti leads sudah agak berkurang, jadi kami putuskan untuk pulang hari selasa - Satu hari sebelum lebaran. Ternyata analisa kami keliru !!!. Pada saat malan takbiran tiba, toko kami pada pukul 22.00 masih penuh pengunjung. Karena kelelahan karyawan kami terpaksa menutup toko jam 22.05, Sedangkan toko -toko lain beroperasi sampai jam 24.00 malam. "yah, namanya juga amatiran, belum bisa memprediksi pasar sejauh itu " gumam saya.

Perjalan pulang kampung kali ini tegolong cukup lancar, kami berangkat dari rumah kami di tepat pukul 9.00 pagi. Langsung meluncur memasuki gerbang tol yang tidak jauh dari rumah kami. Pukul 10.15 tiba di merak, pukul 13.00 kami sudah sampai di Bakauheni lampung Perjalanan darat dari bakauheni ke Metro saya tempuh dalam 2 jam. Tepat pukul 3.00 sore, kami sudah menumpai kakek-dan nenek (panggilan anak kami) sudah menguggu di depan rumah. Peluk dan cium hangat langsung kami persembahkan untuk kedua orang tua tercinta kami, rindu rasanya bertemu dengan beliau..

kamipun masih sempat merasakan moment buka puasa hari terakhir, dan syukur alhamdulillah pada lebaran kali ini tidak ada perbedaan waktu sholat Ied sebagaimana tahun sebelumnya. Sehingga kamipun semua berangkat ke Masjid untuk Sholat Ied Bersama-sama

Taqoballalahu Minna Wa Minkum
Minal Aidzin Wal Faizin
Mohon Maaf Lahir dan Bathin






 

Soft Launching TDA Portal

No Comment - Post a comment

Alhamdulillah...

Akhirnya kerja keras Taem TDA untuk merealisasikan Portal TDA akhirnya terwujud, Portal TDA mempunyai posisi yang sangat strategis untuk me-leverage bisnis member-member TDA. Interaksi dengan dunia luar dapat dengan mudah dilakukan disini

Selamat, kita semua turut bahagia, bersama Virtual Consulting dan Bank BNI sebagai Sponsor akhirnya impian kita semua bisa terwujud.

Semoga langkah kita selalu di ridhoi oleh Allah SWT. Amin



Salam Sukses

Agus Supriyanto
Owner Fadma Busana Muslim